Rabu, 02 September 2020

CERPEN : ANTARA AKU, TEMANKU DAN DIA

Hallo....

                 Perkenalkan namaku Risa, aku murid baru ditahun ajaran baru dan kali ini semua teman-temanku  baru. Ditahun ajaran baru ini aku termasuk siswa yang biasa dan tidak berprestasi, aku siswa yang bukan dari kalangan borjuis alias orang kaya. Aku terlahir dari orang yang biasa dari 5 bersaudara. Banyak kan gaes....

                Hari pertama aku sekolah, aku kenalan dengan seorang teman yang kelihatan jutek dengan lirikan matanya yang tajam yang membuatku takut gaes. 
Temanku itu namanya Yani gaes, setiap hari  dan dimanapun aku duduk aku selalu duduk dengan dia. Dia itu meskipun kelihatan jutek  tapi dia bisa memahamiku, dalam benakku apa dia memang bisa jadi sahabat terbaikku di kelas ini ya.....

               Selang 2 bulan, duduk kami setiap 1 minggu sekali selalu dipindah-pindah kadang  dibarisan depan kadang dibelakang. Dibulan kedua kami sudah berani bersenda gurau dengan  cowok teman sekelas kami, karena teman cowok itu anaknya humble banget gaes. Sebut saja dia "Johan"

               Dengan bersenda gurau setiap hari hingga menumbuhkan benih-benih cinta diantara kami bertiga. Orang tua jawa zaman dulu itu bilang "trisno jalaran soko kulino". Tapi diantara kami tidak ada yang berani mengungkapkan dan kami memendamnya.

                Setiap berangkat sekolah aku jadi bersemangat dan setiap dia duduk menjauh dari kami, kami selalu ingin dekat dengannya. Dia pernah berkata, kalau kita duduk berjauhan dan rindu gimana? dan aku bilang ya kirim surat aja hehehe(sambil tersenyum dan malu-malu).

               Selang 5 bulan kami tetap pada perasaan kami, bagiku bertemu setiap hari aja sudah cukup. Setiap pelajaran aku tidak fokus dan hanya berangan-angan kalau nanti topik yang dibicarakan apa ya? semua itu bentuk dari cari perhatianku ke Dia gaes hehehe. 

               Setelah hampir kenaikan kelas,  kami baru menyadari kalau  temanku juga menyukai si Johan. Aku tidak tahu kenapa Dia kok marah padaku, aku gak berani bertanya. Karena dilihat dari bahasa tubuh dan matanya sangat kelihatan kalau Dia menyukai si Johan. Aku tidak tahu sama sekali, dalam hati berkata "maafkan aku teman".

              Tibalah kenaikan kelas,  naik dikelas 2 aku dan Yani tidak satu kelas lagi tapi aku masih tetap sama si Johan. Yani terlihat marah sekali dan tidak pernah menyapaku lagi. Aku kehilangan teman yang biasanya bersenda gurau dan hatiku meras sedih.

               Dan keadaan pun sama yang terjadi padaku dan Johan. Setiap hari kami hanya bicara seperlunya saja dan bila bertemu tidak seperti dulu lagi. Setiap jalan didepannya aku berharap dia menyapaku dan menggodaku seperti dulu. Dalam benakku, mungkin Johan malu menyapaku karena dia punya teman-teman baru. 

               Tapi keadaan berangsur tidak lebih baik malah memburuk. Hatiku bertambah sedih dan rasanya ingin menangis. Seperti inikah rasanya cinta, cinta yang tak terbalas ternyata rasanya sakit gaes.......

Setelah sekian lama aku mulai menyadari bahwa mungkin lebih baik seperti ini. Biar prasangka Yani  tidak buruk lagi padaku.

Tidak apalah, setidaknya aku pernah merasa senang meskipun hanya sebentar. Dan perasaan yang ku punya hanya bertepuk sebelah tangan. Padahal aku berharap yang terjadi seperti kisah-kisah di Drakor dan happy ending ternyata cuma halu.....

Begitulah kisahku gaes, semoga kalian disana merasakan cinta yang happy ending.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar